Kontroversi Taliban dan Lionel Messi Pada Cover Charlie Hebdo

Majalah Prancis Charlie Hebdo membuat kontroversi lagi. Kini terkait Taliban dan Lionel Messi. Penggambaran tersebut merupakan karya dari kartunis Biche.

Isinya adalah tiga sosok, yang terindikasi sebagai wanita dengan memakai busana tertutup ala burqa, dengan nama dan nomor 30 milik Messi di bagian punggung.

“Taliban. Ini lebih buruk dari perkiraan awal,” demikian judul pada cover Charlie Hebdo, yang menyertai kartun kontroversial tersebut.

Pada sampulnya, mereka membuat judul Talibans c’est pire que ce qu’on pensait. (Taliban itu lebih buruk dari yang kita duga, red)

Burkak adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh serta wajah, bagian mata ditutup oleh kawat kasa agar dapat melihat, biasanya dikenakan oleh sebagian perempuan muslim di Afganistan, Pakistan, dan India Utara.

Seperti dikutip dari Marca, Charlie Hebdo kembali membuat karikatur kontroversial yang melibatkan Messi dan Taliban.

Marca menyebut bahwa Nasser Al-Khelaifi, presiden Paris Saint-Germain, memang dikenal memiliki relasi dekat dengan keluarga Emir Qatar — yang juga rutin disebut sebagai penyandang dana utama klub kaya Prancis itu.

“Charlie Hebdo membuat kartun kontroversial yang melibatkan Messi dan Taliban,” sebut Marca dalam judul artikelnya.

Seperti diketahui, Lionel Messi bergabung dengan PSG dalam sebuah megatransfer sepakbola musim panas ini. Kontrak Messi yang habis di Barcelona, dan tak kuasa diperpanjang klub Catalan itu, membuatnya bisa gabung PSG secara free transfer.

Qatar sendiri acapkali dikait-kaitkan dengan kelompok-kelompok fundamentalis di dunia Arab. Kaitan itu yang memicu kemunculan kartun kontroversial teranyar di Charlie Hebdo.

Taliban kini sedang jadi topik hangat setelah kembali menguasai Afghanistan. Kehadirannya diduga akan berimbas negatif pada hak-hak wanita di sana.

Dulu, di bawah pemerintahan Taliban dari tahun 1996-2001, kaum perempuan tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa didampingi muhrimnya, serta diharuskan mengenakan burqa yang menutup wajah hingga ujung kaki.

Perempuan juga tidak diperbolehkan bekerja dan anak perempuan tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan setelah melewati usia 10 tahun.

Majalah Charlie Hebdo sendiri tidak asing dengan kontroversi, termasuk kali ini yang melibatkan Taliban dan Lionel Messi.

Olahraga sepak bola dikaitkan dengan Taliban yang bercampur di sampul terbaru majalah satir Prancis.

Charlie Hebdo telah muncul di berita sekali lagi, kali ini menampilkan karikatur kontroversial yang menggambarkan Taliban mengenakan baju bertuliskan Messi.

Sampul majalah itu muncul setelah pergerakan cepat Taliban di Afghanistan yang merebut kembali pemerintahan setelah perang 21 tahun dengan Amerika Serikat dan pasukan Sekutu.

Majalah Charlie Hebdo ini tidak pernah jauh dari kontroversi, meskipun dengan konsekuensi tragis pada tahun 2015, dan publikasi terkenal telah berupaya mempublikasikan hubungan antara negara-negara seperti Qatar, yang disebutkan oleh Marca, kerap dituduh mendanai terorisme dan hubungan antara presiden PSG dan keluarga emir Qatar.

Artikel yang Direkomendasikan